Movie Review “Ghost in the Shell”

Film “Ghost in the Shell” adalah film dari anime yang diangkat dari manga karya Masamune Shirow dan disutradarai oleh Mamoru Oshii. Anime ini disebut-sebut sebagai salah satu anime terbaik dimasanya dan berpengaruh hingga menginspirasi beberapa film lainnya. Ghost in the Shell bukan yang pertama, namun merupakan salah satu film yang paling definitif mengenai AI (Artificial Intelligence). Meskipun diambil dari adaptasi anime, film live action ini pun tidak kalah serunya dibandingkan film hollywood lainnya.

Scarlett Johansson bermain sebagai Major, salah satu anggota tim anti-teror cyber bernama Section 9. Di awal film, kita melihat Major dioperasi karena katanya ia mengalami kecelakaan yang merenggut seluruh badan. Kepala peneliti, Dr. Ouelet (Juliette Binoche) bilang bahwa Major adalah orang pertama yang kesadarannya (“Ghost”) berhasil dicangkokkan ke tubuh artifisial (“Shell”).

Bersama dengan tim yang terdiri dari berbagai manusia dengan sentuhan cyborg dalam level yang berbeda-beda termasuk partner dekatnya Batou (Pilou Asbaek), Major ditugaskan oleh pimpinannya (Takeshi Kitano) untuk menyelidiki serangkaian kasus pembunuhan yang melibatkan robot. Kabarnya, ini didalangi oleh hacker misterius bernama Kuze (Michael Pitt) sebagai bentuk sabotase terhadap Hanka Robotics, perusahaan yang menciptakan Major. Saat menyelami “ghost” sebuah robot geisha, Major mendapat petunjuk mengenai Kuze, namun ini juga membuka ruang bagi Kuze untuk bermain dengan “ghost” Major.

Secara fisik, film ini setia dalam urusan menghidupkan karakter dan beberapa momen ikonik dari animenya. Sama seperti animenya, film ini juga merupakan pencapaian visual yang luar biasa. Gambar-gambar bernuansa neon ditujukan untuk membuat kita terpesona dalam format IMAX dan 3D. Sebagaimana yang dilakukannya dalam Snow White and the Huntsman, Rupert Sanders selaku Director dari Ghost in the Shell mahir dalam membangun tekstur dunianya. Kota cyberpunk terdefinisikan dengan detil. Sekuens aksi dikoreografi dan digarap dengan stylish, dengan karakter yang secara visual memorable misalnya saja robot geisha laba-laba.

Ghost in the Shell adalah soal tema dan ide. Temanya adalah mengenai dunia dimana manusia sudah sedemikian koeksis dengan artificial intelligence sehingga kesadaran menjadi hal yang abu-abu. Idenya adalah perjalanan spiritual dari “ghost” Major dalam mencari identitasnya.