14 Perbedaan antara Espresso dengan Kopi Biasa

Kopi diyakini memiliki asal-usul dari Ethiopia, tempat kelahiran tanaman kopi, dengan budidaya awal dimulai sekitar abad ke-9.

Sedangkan kopi espresso dikatakan memiliki permulaan di Semenanjung Arab pada abad ke-16.

Terdapat berbagai gaya berbeda dalam penyeduhan kopi dengan salah satu yang biasa dilakukan di rumah adalah kopi yang disaring (filtered coffee atau drip brewing).

Drip coffee biasanya menjadi pilihan pertama bagi banyak penggemar kopi.

Namun, kopi espresso yang lebih terkonsentrasi karena sistem penyeduhannya yang menggunakan tekanan tinggi juga memiliki basis penggemar yang sangat setia.

Espresso dan kopi biasa berbeda dalam berbagai hal seperti ukuran penyajian, tekstur, dan rasa. Kandungan kafein dalam kedua jenis kopi juga tidak sama.

Selain itu, biji kopi yang digunakan, waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan, dan metode pembuatan yang digunakan adalah beberapa faktor lain yang membedakan coffee drip biasa dari espresso.

Berikut adalah beberapa faktor yang membedakan antara espresso dengan kopi regular:

♦ Kopi espresso selalu disajikan dalam takaran yang disebut shot dengan volume sekitar 30 – 45 ml. Penyajian biasanya dilakukan dalam ukuran double shots yang setara dengan 60 – 90 ml.

♦ Kopi reguler biasanya disajikan dalam cangkir ukuran 240 ml yang secara substansial lebih besar dari espresso shot.

Kandungan Kafein

♦ Jumlah kafein dalam espresso lebih tinggi per satuan volume dibandingkan dengan kopi biasa. 1 shot espresso mengandung hingga 64 mg kafein.

Namun, jika meninjau dari ukuran per porsi, espresso memiliki jumlah kafein lebih rendah daripada kopi biasa.

♦ Satu cangkir kopi reguler dengan volume 240 ml mengandung total 95 sampai 200 mg kafein.

Biji Kopi

♦ Espresso menggunakan biji kopi yang digiling halus. Tekstur biji kopi espresso giling mirip dengan gula bubuk.

♦ Biji kopi yang digunakan dalam kopi biasa lebih kasar dari yang digunakan dalam kopi espresso.

Tekstur

♦ Espresso memiliki konsistensi lebih tebal dari kopi biasa. Espresso shot memiliki tekstur kental dengan lapisan creamy di atasnya.

Karena teksturnya yang kental, espresso sering lebih disukai daripada kopi reguler.

♦ Kopi reguler lebih ringan dan memiliki tekstur lebih cair dibanding espresso.

Waktu Penyeduhan (Brewing Time)

♦ Kopi espresso diseduh dalam waktu singkat (20-30 detik) sehingga dianggap sebagai salah satu metode paling mudah dalam menyeduh kopi.

♦ Waktu penyeduhan kopi biasa jauh lebih lama, antara 4 sampai 6 menit.

Metode Penyeduhan

♦ Ketika membuat espresso, air hampir mendidih pada tekanan sampai 15 atmosfer dialirkan melalui biji kopi halus yang terkompresi.

Proses penyeduhan terjadi kurang dari setengah menit untuk kemudian cairan kopi kental berwarna coklat tua dipisahkan dari ampas kopi.

Cairan kopi kental ini ketika dituangkan dalam sebuah wadah, memiliki sejumlah kecil buih di atasnya.

♦ Kopi regular, di sisi lain, merupakan metode penyeduhan kopi lebih lambat di mana air mendidih dibiarkan menetes melalui bubuk kopi.

Air merembes melalui biji kopi yang digiling kasar untuk kemudian dikumpulkan dalam sebuah wadah.

Perangkat menyeduh kopi seperti French press dan drip filter coffee maker umum digunakan untuk melakukan proses ini.

Rasa

♦ Sebuah espresso shot sangat terkonsentrasi dan memiliki rasa kuat dan intens.

Dosis kafein lebih terkonsentrasi dalam espresso dapat menyebabkan jantung berdebar-debar dan kegelisahan.

♦ Seperti disebutkan di atas, kopi reguler memiliki waktu penyeduhan lebih panjang, yang berarti air panas tetap dalam kontak dengan bubuk kopi kasar dalam durasi yang lebih lama.

Ini membuat kopi yang dihasilkan memiliki rasa yang lebih memuaskan.

 

Source : Amazine.co